Minggu, 08 Mei 2011

keirey

terik matahari yang menyinari kamar kei, membuat kei terbangun lemah. ia tak berdaya untuk berdiri ataupun bangun dari tidurnya itu. rasa sakit yang selama ini ia alami sudah sangat menyiksanya. peralatan medis, dan obat obatan yang terjejer di atas meja samping tempat tidurnya sudah membuatnya mual. ingin rasanya ia terus tertidur, tetapi ia masih bisa terbangun kapanpun ia mau. tapi ia harus menjalani hidupnya. sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini. ia harus tetap tersenyum, dan semangat menjalani hidup. hanya kei yang tau tentang semua ini. juga orang tuanya. teman terdekatnya sekalipun tidak tau sama sekali soal ini. ia tidak ingin mereka sedih akan hal ini.

***

"rey, kenapa poster buatan gue ga lo pake kemaren? itukan udah gue buatin semalem suntuk" tanya kei, dengan nada tinggi
"hah? apa? poster? ..ooh, itu, sorry kei. kemaren itu billa ngasih gue poster buat gue pake, yaah, jadi gue pake aja yang dari billa"
"hih, gue juga kan bikin itu buat dipake"
"yaa, ... sorry sorry.... billa mohon mohon kemaren. kasian. gue ga tega ngeliatnya"
"gitu? jadi lo ga peduli dan ga kasian sama gue yang udah bikinin itu poster ampe begadang?"
"... yaaah, sorry sorry, kan gue udah bilang sorry kei."rey tertegun.. ia tak tau apa lagi yang harus ia lakukan
"sorry sorry!bacot lu! lo punya hati ga sih rey! gue udah bikinin itu duluan dan lo seenaknya aja ngebuangnya."kei, memanas. ia tidak tahan dengan semua yang rey lakukan padanya. sangat tidak setimpal dengan apa yang ia berikan.
rey tercengang mendengar apa yang kei katakan. iya bingung. tak tau harus bilang apa. ia malu mengatakan bahwa ia merasa bersalah atas semua ini. 
"ya biarinlah! emang lo siapa? lo ga  berarti ko buat gue.." rey melengos dengan nada tinggi. ia salah tingkah
"jadi gitu? oh, yaudah.FINE!!." bentak kei tepat didepan wajah rey. tiba tiba saja wajah rey berubah pucat serba salah. iya tak bermaksud mengatakan itu. kei segera membereskan tasnya dan berlari kencang meninggalkan ruangan kelas.
rey bingung. ada apa dengan kei? apa ia marah? cemburu? atau ? ah! tidak, rey pun menyadari sesuatu yang ia pegang. buku catatan kei. iapun tersenyum licik. hmm. dan segera berlari mengejar kei yang sudah jauh didepan.
"kei! buku lo! ketinggalaan!" rey terengah engah mengejar kei yang sudah berlari cepat mengejar bus kota yang terus melaju di jalanan.
"keii! tunggu! lo kenapaa? kei! kei!"
"pikir aja sama diri lo sendiri!"
"kei! gue udah minta maaf kaan? keeeei! stop!!" rey terengah mengejar kei yang sudah sangat jauh
"ga!"keipun mendapati bus kota disampingnya, dengan segera ia memasuki bus kota tersebut dan menghilang.
"hh..hh..hh..hh.."rey memberhentikan larinya. ia mengatur nafasya agar kembali normal. sekarang ia sangat bingung. kenapa ia tidak bisa menunjukan itu semua? kenapa ia bisa mengeluarkan kata kata yang tidak ingin ia katakan? yang tidak sama sekali sepaham dengan pikirannya? kenapa? mungkin hanya hati rey yang tahu. kini ia berbalik, dengan lesu. ia kembali untuk mengambil mobilnya yang ia parkir di halaman sekolah.

~~

kantin..
"kei, lo mau makan apa?" tanya rey membungkukan tubuhnya agar wajahnya bisa melihat jelas wajah kei yang sedang menunduk lesu.
"yaa?" kei terkejut. ia menegakan wajahnya kedepan dan mendapati wajah rey didepannya.
"..."rey melihat air muka kei yang sedih. wajahnya pucat pasi. bibirnya kering. dan matanya terlihat lesu. "kei? lo kenapaa??" rey panik ia menyentuh wajah kei perlahan merasakan hangat yang tidak biasa di seluruh bagian wajahnya. "lo sakit? lo kenapa?? belum makan? lo kemaren begadang ya? lo kemaren kehujanan? keanginan? lo lupa makan malem kemaren? atau lo kegigit nyamuk demam berdarah? lo kenapaa? lo kenapa bisa gini? kenapaaa?" rey panik bukan main
"engga..engga.. ga apa apa. gue ga apa apa kok" jawab kei lesu.
"engga! lo pasti kenapa kenapa. mm.. makan.. lo harus makan dulu sekarang" rey kalap. ia panik.ia langsung berlari memesan makanan untuk kei. tak lama rey sudah kembali bersama nasi dan sup di tangannya. ia segera meletakannya di depan kei. menyiapkannya.
"ayo kei. makan dulu. ntar lo sakit"rey menyodorkan sendok dan garpu ke arah kei yang tetap lesu
".. .. .." kei hanya menggelengkan kepalanya sebentar
"ayo kei. cepet makaan" rey menyendok makanannya dan menyodorkannya ke mulut kei. dengan penuh kasih sayang. ia tak segan memunculkan rasa sayangnya pada kei.
kei melahapnya, tanpa semangat. ia kembali diam menatapi rey yang sibuk didepannya.suap demi suap kei lahap. walau terasa sangat perih. ia memaksakannya. setelah makanan yang rey suapkan pada kei habis, kei menatap rey yang sedang sibuk membereskan piring dan lainnya. kenapa rey jadi begini? apa yang sedang merasukinya?
"rey.."panggil kei saat rey akan berdiri dari duduknya.
"ya?"rey dengan cepat mengarah ke pada kei. ia tidak jadi berdiri
"mm.. "
"kenapa? lo perlu apa?"
"lo.. kenapa jadi gini? "
"...jadi gimana? "
"kenapa lo baik banget sama gue? lo peduli sama gue gini.."
"......." wajah rey memerah."apa? geer banget lo! huu. gue kayak gini gara gara lo bakal bikin ribet gue. ntar siapa yang bakal ngerjain PR gue kei! ah lo mah ngaco. la kan ga berarti apa apa buat gue~" rey salah tingkah. ia berkata asal asalan. ia tertawa ringan terpaksa.
"oh." kei kembali menunduk. ia menidurkan kepalanya diatas tumpukan tangannya yang terletak di atas meja. matanya terpejam. lalu ia berkata lemas. "gue kira lo ngelakuin itu semua karna lo sayang sama gue. engga ya.. "
rey melemas. ia melotot memandangi kei yang lemas. mendengarnya berkata seperti itu, rey semakin merasa bersalah. tiba tiba saja kei bangun dari tidurnya dan berdiri, lalu berjalan meninggalkan rey sendiri yang masih diam. kei terus berjalan menyusuri jalan di kantin yang tidak sepi. banyak orang yang berlalu lalang. rey terus memperhatikannya. ia tetap diam.

kei merasa tubuhnya akan roboh. ia tak kuat menahan tubuhnya sendiri, seakan akan tulang tulang rangka yang berfungsi untuk menegakkan tubuhnya sudah tidak berfungsi lagi.

rey masih diam menatapi punggung kei yang ramping berbalut jaket kesayangannya sedang berjalan menjauh, sampai ia melihat tubuh kei tidak seimbang, dan terjatuh di lantai. ia segera melesat ke arah kei. "kei!!!!!!!!!!!!!"

rey segera mengangkat kei kepangkuannya. ia membawanya ke UKS sekolah. ia membaringkannya di atas ranjang pasien. rey panik. keringat bercucuran di keningnya. ia tak tau harus berbuat apa. ia berlari keluar mencari pertolongan. ia mencari petugas kesehatan sekolah untuk segera memeriksa kei yang buelum sadar. petugaspun segera masuk dan memeriksa kei. petugas mengatakan bahwa kei dalam keadaan kritis.
"bu! kasih pertolongan pertama bu! ayo! ayo!"
"ga bisa nak. coba telepon dulu keluarganya. beritakan dulu"
"hh..hh.."rey mencari cari handphonenya.  tangannya bergetar. ia sulit mencari kontak mama kei. konsentrasinya buyar. keringatnya terus bercucuran. ia takut terjadi apa apa terhadap kei.
"hallo? tante..hh.hh.."
"ya? kenapa rey? ada perlu apa ya?"
"tante.. kei tante.. kei..hh..hh" rey mendekati ranjang dan mengenggam tangan kei erat erat. tangan kei panas. matanya sudah tak bisa menahan rasa pedih hatinya melihat wajah kei yang lemas terbaring disana.
"kenapa sama kei, rey???" mama kei panik, nada suaranya terdengar sangat terburu buru
"kei..hh.. pingsan tante..hh" nada suara rey meringis. ia melihat beberapa orang datang masuk ke ruang UKS. mereka yaitu Karla, Peter, dan Hesa. sahabat kei dan rey. mereka datang dengan wajah panik.
"haaah? kenapa bisaa? bawa di pulang! tolong bawa dia kerumah rey! biar dokter yang nanganin! cepet ya rey! cepet!"
"i..i..ya tante. rey sekarang bawa kei kerumah." biar dokter yang nanganin? maksudnya apa? rey merasa ada yang janggal disini. hatinya semakin resah. ia segera membawa kei kepangkuannhya "pit! lo bawa mobil gue. sekarang kita kerumah kei. ambil kunci mobil gue di saku." rey membalikan badannya, peterpun meraih kunci mobil dan segera berlari mengambil mobil.

karla, rey, dan hesa berjalan cepat. menuju gerbang sekolah. disana peter pasti sudah siap.
"rei! gimana sih ceritanya? kenapa kei pingsan? apa emang dia lagi sakit?" tanya karla tergesa gesa, sambil terus berjalan cepat
"lo ngapain kei lagi rey! pasti ada apa apa nih. gue tau lo suka asal ceplos" ucap hesa
rey sama sekali tidak mendengarkan kata kata yang karla dan hesa lontarkan. ia terus menatapi wajah kei yang terlemas dipangkuannya. dan terus berjalan.

"tante.. hh..hh mana dokternyaa??? " rey segera melesat menuju kamar kei dengan kei yang ada di pangkuanya. ia segera membaringkan kei diatas kasur. lalu mama kei datang menyusul, beserta karla, peter dan hesa. rey bingung melihat banyak peralatan medis dan obat-obatan di area kamar kei. badan rei seakan menghilang. ia mulai menduga duga sesuatu yang ia tidak inginkan
"sebentar. dokter sedang memarkir mobil didepan. kalian tenang dulu yaa. "

rey duduk di sofa tepat didepan kamar kei. ia terdiam. keringatnya terus menetes dari keningnya. rambutnya sudah tak karuan. yang ia pikirkan sekarang hanya kei. ia takut sangat takut. degup jantungnya berdetak sangat cepat. perutnya melemas. matanya basah. ia menelungkupkan wajahnya di dalam kedua tangannya. karla, hesa dan peter hanya diam melihat rey menangis seperti itu. mereka sudah mendengar cerita tadi pagi. sampai kei terjatuh pingsan.

mama kei datang menghampiri rey, karla, hesa dan peter yang sedang menunggu di kursi. mama kei hanya menatap kosong dihadapan mereka. mama kei langsung menghubungi ayah kei yang sedang tidak ada dirumah. rey melemas melihat mama kei yang bertingkah seperti itu. ia tegang. ia belum tau apa yang terjadi pada kei sekarang. apa kei sudah sadar? atau belum sama sekali? atau.. atau.. atau.. ia segera masuk ke kamar kei. duduk disamping kei yang tertidur. masih tertidur. dokter menghampiri rey dan mengelus-ngelus pundak rey, dan tersenyum pasi. rey tak mengerti. ia semakin tegang. ia teru meneteskan air matanya. ia merasa ada hal yang harus ia perbuat. tapi apa? apaa? kenapa? ada apa ini? ia tak mengerti. pikirannya kemana mana. matanya hanya tertuju pada kei. senyuman yang terulas di wajah kei membuat rey semakin sakit. ia terus menangis. kini ia merasa bersalah. ia menggenggam tangan kei dengan erat. tetesan air mata rey yang tak terbendung sudah membasahi selimut yang sedang kei pakai.
"kei.." rey terisak, ia memanggil nama kei perlahan "jangan kei.. jangan.." iya terus menangis. emosinya meningkat. "bangun kei.. bangun.." rey sejenak terdiam "maafin gue kei.. maaf.."
tiba tiba saja rey melihat kei membuka matanya sejenak, menatapnya, dan tersenyum manis padanya. rey terkejut. ia melepaskan ganggamannya, membiarkan kei bergerak. tangan itu bergerak menyentuk pipi rey yang basah dengan air mata. kei tersenyum lagi.
rey tersenyum sembari menangis.."hh..hh.. kei.. gue sa.... kei! kei! keeeeeei!" tiba tiba saja tangan kei terjatuh ke atas kasur, dan mata kei kembali menutup.
"KEI!! KEI BANGUN KEI!!" disitulah rey menyesali kesalahannya. ia tidak jujur pada kei~ dan disaat kei menghembuskan nafas terakhirnya, rey belum mengatakann itu semua.



inspired by: song from Ronan Keating, if tommorow never comes :D






Rabu, 04 Mei 2011

Masa Ajaibbbb


Gakerasa gue udah mau SMA. Beda lagi sama SMP. Serasa baru aja kemaren gue keluar dari Sekolah Dasar, dimana otak gue mulai dipake buat ngepalin, nulis, ngitung, ngomong, dan bersosial. Gue juga masih ngira kalo gue baru aja selesei MOS di SMP NEGERI 13 Bandung. Baru aja ngerasain sekolah geratis. Baru ngerasain pulang pergi sekolah naik angkot. Dan baru ngerasain pake baju putih yang roknya merah biru.
Sekarang gue udah gede. Gue mau ninggalin masa masa menyenangkan di SMP. Masa masa dimana anak remaja lagi nyari jati dirinya, dimana anak remaja mulai berubah di fisik maupun psikis. Dimana anak remaja ngerasain banyak hal baru di hidupnya. Dimana anak remaja berfikir bahwa ia baru hidup. Dan dimana semua itu terjadi dengan sendirinya.
Masa SMP. Gue baru kenal yang namanya suka. Suka sama lawan jenis, yang dulunya cengo aja gitu kalo ditanya soal pacaran dan hal lain yang sama kaitannya. Sekarang gue ngerti, gue ngerasain. Gue punya banyak temen, gue bisa senyum, gue bisa nangis, gue bisa marah, gue bisa ngerasain itu semua di masa ini. Masa yang menurut gue masa yang sangat ajaib. Otak gue terus aktif, yah walaupun palingan Cuma 0,0000000000001 persennya, tapi itu ngaruh banget buat cara gue mikir, cara gue ngambil keputusan, cara gue ngelakuin hal, cara gue beretika, cara gue bersosialisasi, cara gue untuk ngubah diri gue ke yang lebih baik. Semua itu terjadi cepet. Ngalir gitu aja. Dan sekarang gue harus beranjak dari masa ajaib ini.
Kata banyak orang masa SMA bakal lebih seru dan ga bisa dilupain dibandingin masa SMP. Kaka gue bilang gitu, pacar kaka gue juga bilang gitu, bahkan babeh sama ibu juga. Yah mungkin gue belum bisa ambil apa apa dari kata kata mereka, karena gue belum ngalamin itu semua. Tapi gue siap buat itu. Gue siap memulai masa ajaib2.

Gue pingin nostalgia masa ajaib1 gue. Hmm.
Gue dateng ke SMPN 13 BDG. Dianter babeh-ibu-adut-upret mang angkot, berdua sama kembaran gue. Debi. Celingukan berdua di depan gerbang. Masuk pelan pelan nyari kelas, tepatnya daftar kelas. Gue sama kembaran gue dipisahin. Kelas 7-A. ya. Gue masuk 7-A. Ketemu sama wajah wajah yang asing, yang engga sedikitpun gue kenal. Kecuali satu. Angga. Temen TK gue. Itu juga gue baru tau bukan saat gue masuk ke ruangan sementara 7-A, tapi lama setelah itu. KELAS TUJUH, gue bawa bekel makanan buatan ibu/bijuju tiap hari. Kekantin bareng kembaran gue. Rambut kadang kadang gue iket dua kaya anak TK. Ga berani macem macem. Nurut sama aturan, diantaranya kaos kaki gue yang masih naik, lencana terus nempel di kerah, bet SMPN 13 BDG yang ga pernah copot dari lengan baju gue, senyum manis yang terus gue sebarin kalo ketemu guru/kaka kelas.
KELAS DELAPAN, semuanya dimulai di kelas delapan, dimana orang orang bilang kalo dikelas delapan anak anaknya mulai beger. Gue sekelas sama kembaran gue. Dikelas 8-H. gue awalnya bilang kalo dikelas delapan gue ga bakal dapet kesan yang rame sama kelas tujuh. Dan itu semua ternyata salah. Kaos kaki gue mulai turun tenggelem dibawah leher sepatu, lencana gue sih masih tetep nempel di kerah baju, bet 13 juga masih nempel, bekel makanan buatan ibu/bijuju yang udah jarang gue bawa, paling sesekali. Dikelas delapan inilah gue mulai luas pengetahuannya. Gue mulai tertarik sama ade kelas, gue mulai aktif, malahan hyperactive. Gue mulai ngerti apa artinya kebersamaan. Kekompakan.  Dan kebahagiaan. Gue ketemu dan temenan sama orang orang yang beda beda sifatnya, latarnya, dan cara pikirnya. Tiap pagi gue bangun subuh banget, dan mulai beraktivitas di pagi buta. Pergi sebelum jam 6. Nyampe sekolah masih kosong. Gue juga dikelas delapan ngerasain jadi debt collector. Dimana kalo ada yang ulang taun, gue sama beberapa orang keliling buat mintain duit patungan beli kue . setidaknya itu bisa ngebuat kita nyaman satu sama lain di kelas. Perlu diketahuin, hampir semua yang ulang tahun kita rayain dikelas, ga pilih pilih. Sama rata semua. Sampe sampe kita abis ide buat bikin acaranya. Pagi pagi buta gue ke tempat beli kue di pinggiran buah batu, walaupun harganya yang ga seberapa tapi kasih sayangnya yang mahal, semoga aja semua yang pernah gue lakuin itu bisa ngebuat mereka seneng dan bahagia, yah sama aja. JOGJA juga jadi saksi kebahagiaan kita di masa kelas delapan. Kebersamaan itu makin keliatan, makin kerasa, makin ga mau lepas. HARI TERAKHIR kelas delapan, nangis. Gue nangis, gue gamau ninggalin itu semua, semua nangis ditengah lapangan kecil sambil ngerayain ulang tahun Tidew sama Abghi.
Berbekal pengalaman, gue maju ke KELAS SEMBILAN. Kaos kaki gue terus tenggelem, malahan kadang gue make kaos kaki berwarna warni atau engga yang ga matching sama sekali.lencana gue udag turun jadi dikerah. Rok gue panjang terus, kemeja juga, gue makin tinggi. Dan bekel makanan buatan rumahpun gue bawa lagi kesekolah.Belajar, belajar, belajar. Main jangan kebanyakan. Itutuh yang selalu kebayang bayang di tahap terakhir sekolah menengah ini. Gue mikirnya gini, kalo mau masuk SMA yang diinginin, ya belajar, gausah banyak mikirin yang lain. Tapi engga, gue juga harus tetep gaul sama yang lain, karena dengan kenyamanan semua yang gue inginin bakal jalan. Dan gara gara ini adalah saat terakhir gue di SMP gue gaboleh nyia nyiain. Belajar jalan silaturahmi iya. LULUS iya. Berat banget buat ngucapin selamat tinggal. Selamat tinggal untuk masa Ajaib yang udah ngubah hidup gue. Sebenernya gue ga pengen niggalin 13 tapi kadang kadang gue mikir, lama amat sih SMA.

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi


Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan                        
Ujung perjalanan ini                                                           
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini



* I was cry when I listen to this song :'(