Senin, 16 April 2012

Positiv Thinking

Haiiiii-- baru aja gue nge-update blog ini tengah malem tadi, eh sekarang gue udah pengen lagi nulisin sesuatu. pagi ini gue sibuk nyari topik buat Essay gue. gue baca baca- banyak artikel, dan gue iseng on Twitter lalu gue nemuain blognya om Maki. akhirnya gue baca baca, ada salah satu dari postingannya yang bikin gue.. em.. gimana ya.. ya gitudeh coba aja dibaca ;) kalo mau ke blognya boleh di lirik ke Pemenang Vs Pecundang- omaki's blog

ini iseng aja gue printscreen

How is it and How was that


“Dee!!!!!”, Nesa berteriak lantang saat ia melihat sebuah gambar didalam computer dihadapannya, gambar itu menunjukan sebaris kalimat dalam bahasa asing yang tertulis di sebuah buku catatan berukuran besar. Kalimat itu membuat perut Nesa lemas, yang ia lakukan hanya diam ternganga menahan gejolak yang menggelitik perutnya sambil terus menggerak-gerakan mouse dalam genggamannya. Nesa sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia lihat—sebaris kalimat yang banyak digunakan oleh remaja-remaja untuk mengungkapkan perasaan—Nesa tidak tahu apa yang harus ia lakukan, bagaimana ekspresi yang harus ia perlihatkan, Bahagiakah? Sedihkah? Terharukah? Tertawakah? Atau bahkan ia harus diam? Tapi ia sudah terlanjur berteriak memanggil adiknya—Fey. Fey segera berlari menghampiri Nesa yang tengah ternganga memandangi layar monitor.

“a—pa k..”, suara Fey hilang. Iapun mengurungkan niatnya untuk mengomeli Nesa yang seenaknya berteriak di siang bolong seperti ini saat ia melihat apa yang sedari tadi Nesa pandangi. Nesa mencengkram lengan Fey kencang, Fey menyerngit kesakitan. Feypun tidak percaya bahwa kini Nesa mengalami apa yang selama ini tak pernah diduga—Febri menyatakan perasaannya pada Nesa!

“De.. gue harus ngapaiiiin???”, Nesa melepaskan cengkramannya lalu merebahkan tubuhnya di atas keyboard.
“e..eum..gu..gue gatau ka—hehe ”, jawab Fey terbata-bata.
“Aaaah de—plis gue speecless”, ia masih tertidur diatas keyboard. Pandangannya kosong. Matanya menunjukan berbagai ekspresi.
“yaudah sih ka.. you want it right???”
“m—e.. i..tapi kan dee, kenapa cepet ginii??”
“ya—mana gue tau ka. Udah jalan tuhan kali ya HaHaHaHa…”, Fey tertawa sepuas yang ia mau lalu melanjutkan, “sekarang kan lo udah gede ka—udah tua lo!”
“de.. gue lulus skripsi aja beloon yaampuun..”
“yaa—terserah lo aja ka. That’s yours”, Fey melengos pergi ke ruang TV melanjutkan aktivitas siangnya—memutar-mutar channel TV hingga bosan.

Nesa tersenyum malu, masih terus memandangi gambar menggelikan itu, dan memastikan apakah ia sedang bermimpi atau tidak.

Sudah lebih dari satu tahun Nesa mengagumi Febri, teman sepermainannya. Mengaguminya lantas menyukainya lalu akhirnya menyayanginya. Sesimpel itu. Fase dari satu hal yang sangat umum di dunia: Cinta. Nesa tak pernah menyangka Febri memiliki rasa yang sama. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Nesa masih belum sanggup bertindak sementara Febri menunggu jawaban dibalik aplikasi Yahoo Messenger di layar monitor. Fikirannya tak karuan—terbang kemana-mana. Fey prihatin melihat kegelisahan yang tampak pada wajah Nesa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Febri dan memintanya datang kerumah untuk menyatakan dan memperjelas kalimat yang tergambar di layar secara langsung. Kepada Nesa. Ya! Pada Nesa.

Febri datang. Nesa hendak keluar lewat pintu utama—tubuhnya menegang, memegang gagang pintu saja ia tak sanggup apalagi untuk terus jalan menghampiri Febri dibalik pagar rumah! Akhirnya Nesa memberanikan diri untuk melanjutkan langkahnya mendekati Febri yang tengah menunggunya dibalik pagar dengan senyum terbaik yang pernah Nesa lihat. Detik-detik yang terus berlalu terus mengguncang tubuh juga fikirannya—langkahnya sangat berat, hingga Nesa berhenti tepat didepan wajah Febri lalu tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk meraih pipi Febri dan mencubitnya.
“ha..loo feb..”, sapa Nesa mencoba mengontrol kegugupan disekujur tubuhya.
“he..he.. halo nesaa”, Febri tersenyum simpul. Nesa balas tersenyum, lalu mereka memulai sedikit percakapan untuk mencairkan suasana hingga akhirnya Febri siap untuk mengatakan apa yang tertulis di buku dalam foto tadi.
“nes..”, Febri membuka percakapan, wajahnya mulai serius.
“m..?”. Nesa menegang. Oh tuhan! Ingin rasanya ia berteriak sekencang yang ia bisa dihadapan Febri yang semakin lama semakin tampak menggemaskan.
“nes..n..kamu..kamu..”, Febri menarik nafas panjang lalu tersenyum dan melanjutkan kalimatnya, “Nesa, kamu mau ga nerima febri??”, kalimat itu mengalir begitu cepat. Bahkan sangat cepat.
“….”, nesa tak mampu berkata—jantungnya berdegup sangat cepat, sedangkan matanya tak dapat berpaling dari mata bulat dengan bulu mata lentik yang Febri miliki.
“Would you be my Girl??”, Febri sedikit menundukan kepalanya karena Nesa lebih rendah darinya. Kali ini kalimatnya begitu tegas.
“m.. e..”, tuhaaaan—Nesa masih belum bisa membuka mulutnya dengan lebar dan berkata bahwa ia mau! Ya! I do!
“nees..”, Febri menatap Nesa tajam.
“m..”, Nesa merasakan kepalanya mengangguk-ngangguk cepat. Febri tersenyum sembari menaikan alisnya pertanda tidak mengerti.
“m? apaan nes??”, Febri geli dengan tingkan Nesa yang satu ini.
“euum—he eh”, Nesa mengangguk semakin pelan, matanya tak lepas dari Febri.
“he-eh apaaa? iiihhh”, Febri gemas.
“he-eh iyaaaa feb..”, Nesa gemas dan mencubit hidung Febri lalu tersenyum. Senyumnya mengembang. Begitu juga Febri. Mungkin ini salah satu hal terindah dalam hidup Nesa. Ketika harapan berubah menjadi kesempatan yang terwujudkan dalam kenyataan. Sesimpel itu.

29Februari2012
on my Indonesian task!
believe me- ini gue yang bikin ! suer

#happyreading especially for my precious marmot =)) gkgk
gue yakin dia baca ini cerpen disela pelajaran atau di waktu istirahat-_-

Kamis, 12 April 2012

What is it ? I dont know

*backsound lagu You- ten2five (cover gue sama abay)*
ya-- gue lagi nulis saat ini, ditemani lagu You-- yang baru gue cover beberapa hari lalu. rumah ini sepi- ade gue lagi les. jadi gue ga ada temen. gue gue gue.. pue pengen nulis apa juga gue ga ngerti. sebenernya ada sesuatu apaa gitu yang pengen gue tulisin tapi entah gue juga ga tau pasti apa yang mau gue tulisin itu. sebenernya gue geli juga ini nulis sambil dengerin suara gue- dan gue bosen ngedengerinnya bener. yaa tapi bentuk menghargai diri =)) gue mau olimpiade bahasa inggris semoga gue keseleksi ya, doain gue.eh ya! gue mau mau apa ya- ah gue juga bingung. gue post aja video gue ya. enjoy! tadi disekolah gue baru cover lagu someone like you-- gkgk inilah gue-exacly, gue pengen sekolah di luar negri biar ga belajar seabreg gajelas dan bikin badan gue kaya mau remuk kaya gini. gue- Cape-- ya just it maaf banget postingan kali ini gajelas seperti biasanya para sodara sodari. oke bungkus!

video
benget banget muka gue sama abay-- sebenernya gue ini lagi kangen sama marmot #se-la-lu -_-

Minggu, 08 April 2012

bingung mau ngasih judul apa

hei.

hari ini hari minggu. dan besok pasti senin. gue baru aja libur seminggu, gara gara kaka kelas tiga lagi ngelaksanain pra UN. ya. gue seneng. tapii gue benci saat gue inget besok hari senin dan gue harus sekolah. aduh bukan gimana gimana-- gue ini semenjak banyak libur jadi bawaannya males. ya tapinya gue harus lawan rasa males itu. soalnya kalo engga gue kalah sama setan. ohyaa kangen gue udah keobati----in! gue kemaren ketemu marmot>,<

selama liburan seminggu kemaren gue isi dengan mengistirahatkan diri alias tidur dan main ke rumah judit. temen sekelas gue sekaligus temen sebangku. ohya sama dido juga-- em bantuin dia ngisi formulir. terus jadi tukang ojek, hem, yaa debi juga sibuk dengan berbagai agendanya kesana kemari. gue anter.

main kerumah judit-- kepalang sering. karena minggu minggu itu gue kangen seseorang, yaah jadi temen temen gue jadi korban. ivone, vasya, tasya, rizka, and of course judith selalu ngedengerin gue yang tiba tiba nyangkutin apapun yang kita lakuin dengan orang yang gue kangenin. gue udah mirip orang.. orang .. orang apa ya orang yang sakit dan sangat sangat kepengen bubur. yah like that. mungkin itulah syndrome jatuh cinta oh my gat gue udah ngelantur- artinya ini udah mulai kangen lagi. ya gue sebenernya mau bilang ini "selamat menjalani hari sekolah kembali!! tetep semangat tetep semangat!"


Senin, 02 April 2012

wanna Free

Kebebasan itu ada batasnya--orang tua. terima semua itu. itu emang sangat sangat bikin gue mentok pada saat gue lagi- curhat sama kaka gue di luar kota sana.satu baris kalimat yang bikin gue, em diem. ini emang sangat sangat bener, tapi ga gue sadari selama ini. mungkin aja dengan adanya kalimat ini gue jadi lebih baik lagi ya. dan semoga aja dengan gue nulis ini disini, bisa jadi pegangan buat anak anak macem gue ini yang lagi labil- yang lagi seneng senengnya mikir kalo dirinya udah dewasa dan membutuhkan kebebasan dari banyak orang buat ngelakuin sesuatu.